beda

Menyikapi Ketentuan الله

بسم الله الرحمن الرحيم

 

ْلَوْ وَلِمْ وَكَيْفَ ، قَوْلُ ذِيْ الحَمَق
ْيَعْتَرِضْ عَلَى الله ، الَذِيْ خَلَق
ْوَقَضَى وَقَدَرْ ، كُلَ شَيْ بِحَق
ْيَا قَلْبِيْ تَنَبَهْ ، وَاتْرُكِ المُجُون
(ْﻻَيَكْثُرُ هَمُكْ      مَاقُدِرْيَكُون)

الحبيب عبدالله بن علوي الحداد

 

“Seandainya”, “kenapa”, “bagaimana”, adalah perkataan orang Bodoh.
Berpaling dari Allah, yang menciptakannya,
Qodho’ (Ketentuan – Nya) dan Qodar (takdir-Nya), semuanya dg kebenaran
Wahai Hati sadarlah, dan tinggalkanlah banyak omong,
(Jangan kau perbanyak kegalauanmu, apa yg ditentukan-Nya pasti terjadi)

Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad

Ket :

jgn kau berkata seakan-akan kamu tidak yakin ketentuan الله sedangkan sesuatu yg terjadi itu sudah ditentukan الله jauh sebelumnya, krn itu jgn kamu banyak omong ( kata2 tidak terima) mengomentarikan yg sudah di tentukan-Nya, ikhtiar dan berdoalah pasti الله akan membantumu jgn berpaling dr-Nya krn tidak ada yg dpt merubah ketentuan-Nya kecuali DOA

Pagi penuh Kebaikan, Cahaya dan Kebahagiaan

We love Al-Wafa’

2 komentar pada “Menyikapi Ketentuan الله”

Tinggalkan Balasan