harta2

 “ENGKAU DAN HARTAMU MILIK AYAHMU” 

Dari Jabir r.a, meriwayatkan bahwa ada laki2 yg datang menemui Nabi SAW dan melapor. Dia berkata, “ya Rasulullah sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku,,”

” Pergilah kamu bawa ayahmu kemari,” perintah Nabi.

Bersamaan dengan itu Malaikat Jibril pun turun menyampaikan salam dan pesan Allah kepada Beliau. Jibril berkata ” ya Muhammad, Allah Azza Wajalla mengucapkan salam kepadamu dan berpesan kepadamu, kalau orangtua itu datang, engkau harus tanyakan apa2 yang di katakan di dalam hatinya, yg tidak di dengar oleh telinganya.”

Ketika orang tua itu tiba, maka Nabi pun bertanya ” mengapa anakmu mengadukan mu? Apakah benar kamu mau mengambil uangnya?”,, lelaki tua itupun menjawab. “Tanyakan saja kepadanya ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa Bibi dari Ibunya dan Bibi dari Ayahnya atau untuk keperluan ku sendiri?”

Rasulullah bersabda lagi, “lupakanlah hal itu dan sekarang ceritakanlah kepadaku apa yang engkau katakan di dalam hatimu dan yg tak pernah terdengar oleh telingamu “. Maka wajah pak tua yang gundah itu menjadi ceria dan tampak bahagia, lalu dia berkata “Demi ALLAH, ya Rasulullah dengan ini, aku bertambah kuat keimananku dengan keRasulanmu. Memang saya pernah menangisi nasib kemalanganku dan kedua telingaku tak pernah mendengarnya”. Nabipun mendesak, “Katakanlah aku ingin mendengarnya”. Orang tua itupun berkata sambil menangis, seraya berujar demikian :

“Aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda, semua hasil jerih payahku kau minum dan kau teguk puas, bila kau sakit di malam hari, hatiku gundah gelisah lantaran sakit dan deritamu,,

Aku tak bisa tidur dan resah bagai akulah yang sakit bukan kau yang menderita, lalu air mataku mengalir deras, hatiku takut engkau di sambar maut padahal aku tahu ajal pasti datang.

Setelah kamu dewasa dan mencapai apa yg kamu cita-citakan, kau balas aku dengan kekerasan, kekasaran dan kekejaman, seolah engkaulah yg memberi kenikmatan.

Sayang…..kau tak mampu memenuhi hak ayahmu, kau perlakukan aku seperti tetangga jauhmu,

Kau selalu menyalahkanku dan membentakku seolah2 kebenaran selalu bersamamu,,,

Seakan-akan ketenangan bagi orang-orang yang benar sudah di pasrahkan.

Selanjutnya Jabir berkata ( periwayat hadits ini), pada saat itu Nabi pun langsung memegang ujung baju pada leher anak tersebut, seraya berkata “ENGKAU DAN HARTAMU MILIK AYAHMU”

 

(HR At-Thabarani)

 

W :love: AL-WAFA’

 

Tinggalkan Balasan