muhammad-pbuh-wallpaper

KASIH SAYANG RASULULLAH SAW

ASSALAMUALAIKUM

Tatkala bencana di padang Mahsyar sudah semakin berat dirasakan oleh manusia, mereka berlari-lari mencari orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi dan mulia di hadapan Allah Swt, agar memberikan syafa’atnya. Mereka memohon supaya segera memasuki tahap perhitungan amal dan lepas dari kesusahan dan kesengsaraan yang telah lama mereka rasakan. Terlintas lah dalam benak mereka untuk menemui manusia pertama, bapak dari segala manusia, yakni Nabiyullah Adam a.s, untuk meminta pertolongan seraya menyebut keutamaan-keutamaan dan kemuliaan yang Allah karuniakan kepadanya. Namun Nabi Adam a.s menolak permintaan anak cucunya (manusia). Bahkan Nabi Adam As meminta maaf dan menyebutkan pelanggarannya kepada Allah SWT, hingga beliau dikeluarkan dari syurga dan turun kebumi. Lalu Nabi Adam a.s menyarankan agar mereka menemui Nabi Nuh a.s, Rasul pertama bagi segenap manusia dan mendapat penghargaan dari Allah sebagai hamba yang pandai bersyukur. Tetapi Nabi Nuh a.s juga menolak permohonan manusia dan menyebutkan pula beberapa kesalahannya kepada Allah SWT, lalu Nabi Nuh As menyarankan agar mereka menemui para Rasul yang termasuk kelompok Ulul Azmi. Mereka lari mencari Nabi Musa a.s, namun lagi-lagi Nabi Musa a.s menolak permohonan manusia seraya menyebutkan beberapa kesalahan yang pernah diperbuatnya kepada Allah. Begitu juga Rasul yang lain pun menyerahkan kepada Rasul berikutnya. Akhirnya sampailah mereka kepada Nabi Muhammad SAW, yang di ampuni dosanya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang, sehingga beliau menduduki derajat yang terpuji. Nabi Muhammad SAW lalu mengabulkan permintaan para manusia dan memohonlah beliau kepada Allah SWT dan Allah pun mengabulkan permohonan Nabi yang paling dikasihi ┬áini.

Didalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda :
“Sesungguhnya kelak matahari itu kelak dihari kiamat, sangat dekat dengan manusia, sehingga keringat (peluh) sampai mencapai separuh telinga. Di kala seluruh manusia dalam keadaan sedemikian itu, mereka meminta pertolongan kepada Nabi Adam a.s. Beliau lalu berkata :”Aku tidak dapat memberikan pertolongan yang kalian kehendaki itu”. Kemudian mereka meminta pertolongan kepada Nabi Musa a.s dan beliaupun menjawab seperti yang dikatakan oleh Nabi Adam a.s. Selanjutnya mereka meminta pertolongan kepada Nabi Muhammad SAW. Lalu Nabi Muhammad memberikan syafaatnya supaya diadakan keputusan di antara segenap makhluk. Nabi Muhammad lalu berjalan hingga dapat memegang lingkaran pintu syurga. Pada hari itulah Allah membangunkan Nabi Muhammad SAW dengan menempatkan pada tempat yang terpuji (maqam mahmud), yang dipuji oleh sekalian makhluk yang sedang berkumpul itu”. (H.R. Abu Dawud dan Hakim)

Pada dasarnya para Nabi telah diberikan do’a, yang apabila Nabi pintakan do’a itu kepada umatnya niscaya dikabulkan oleh Allah, dan para Nabi tersebut telah memintakan do’a itu didunia. Sedangkan Rasulullah SAW menyimpan do’anya sampai saat ketika umatnya sangat membutuhkan (hari kiamat). Semoga Allah senantiasa melimpahkan sholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, karena telah mengasihi segenap umatnya yang beriman.

Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad wa ‘alaa alihi wa Sohbihi Wasallim

Tinggalkan Balasan