Semua artikel oleh Faishol Khoironi

DELAPAN PELAJARAN

DELAPAN PELAJARAN HARI INI

Suatu hari, Syaqiq Al Balkhi berjumpa dengan Hatim. Syaqiq bertanya, “Selama sehari ini, ilmu apa saja yang sudah kau dapatkan?”

Hatim menjawab, “Aku mendapatkan delapan pelajaran:

~Pertama, aku perhatikan segala sesuatu di dunia ini. Aku mendapati bahwa setiap orang memiliki kekasih yang sangat dicintainya. Lalu ketika ia mati, ia pun harus rela berpisah dengan kekasihnya. Maka aku menjadikan segala amal shalehku sebagai kekasihku supaya ia tetap bersamaku nanti di alam kubur.

~Kedua, aku perhatikan firman Allah, “Dan orang yang menahan jiwanya dari hawa nafsu, maka surga adalah tempat kembalinya.” (QS. An Nazi’at:40) Maka aku berusaha dengan sungguh-sungguh melawan hawa nafsu agar aku tetap berada dalam ketaatan kepada Allah.

~Ketiga, aku perhatikan bahwa setiap orang jika memiliki barang yang berharga, ia pasti selalu menjaganya dengan baik. Lalu aku perhatikan firman Allah, “Segala sesuatu yang berada padamu akan binasa, dan segala sesuatu yang berada pada Allah akan kekal abadi.” (QS. An Nahl: 96) Oleh karena itu, setiap kali aku memiliki barang berharga, aku selalu menitipkannya kepada Allah supaya menjadi kekal abadi selamanya.

~Keempat, aku perhatikan manusia selalu berbangga-bangga dengan harta, keturunan dan jabatan, padahal semua itu tak ada harganya sama sekali. Lalu aku perhatikan firman Allah, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al Hujurat: 13) Oleh karena itu, aku berusaha menjadi orang yang bertakwa supaya menjadi mulia di mata Allah.

~Kelima, aku perhatikan manusia saling mendengki dan iri hati. Lalu aku perhatikan firman Allah, “Aku telah membagi-bagi jatah hidup mereka.” (QS. Az Zukhruf: 32) Oleh karena itu, aku tinggalkan dengki dan iri hati.

~Keenam, aku perhatikan manusia saling bermusuhan. Lalu aku perhatikan firman Allah, “Sesungguhnya syetan adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh.” (QS. Fathir: 6)  Oleh karena itu, aku tinggalkan permusuhan dengan sesama manusia, lalu aku menjadikan syetan sebagai satu-satunya musuhku.

~Ketujuh, aku perhatikan manusia menguras tenaga mereka untuk mengais rezeki. Lalu aku perhatikan firman Allah, “Tak ada satu melata pun di muka bumi ini melainkan Allah sudah menanggung rezekinya.” (QS. Hud: 6) Oleh karena itu, aku bekerja secukupnya dan seperlunya, dan aku tinggalkan sebagian lainnya.

~Kedelapan, aku perhatikan mereka hanya berharap dan mengandalkan pada perniagaan, bisnis, serta kesehatan jasmani mereka saja. Maka, aku hanya berharap dan bertawakkal kepada Allah saja.

”

PARA WANITA AHLI SURGA

Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.” (HR. Ahmad)

SIAPA yang ingin menjadi ahli surga? Semua orang tentu menjawab dengan senang hati dengan jawaban “Ya, saya ingin masuk surga.” Termasuk kaum hawa yang disebutkan Rasulullah SAW. paling banyak menjadi penghuni neraka. Tentu saja dengan segala keni’matan yang diberikan Allah Swt di surga kelak, belum lagi dengan nilai plus bisa melihat Allah Swt dan Rasulullah SAWsecara langsung.

Tapi adakah semua itu didapat tanpa usaha dan kerja keras serta keistiqomahan dalam hidup untuk bertaqwa? Tentu harus diusahakan dan dipertahankan hingga akhir hayat, agar kelak keinginan itu bias terwujud. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan meneladani para wanita ahli surge yang disebutkan dalam Hadits Riwayat Ahmad diatas.

Sejarah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita.

1. Khadijah binti Khuwailid.

Dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan ath-thahirah (wanita yang suci).

Dia merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau. Khadijah telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Ia rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya.

Pribadinya yang tenang membuatnya tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan mengikuti kebanyakan pendapat penduduk negerinya yang menganggap Muhammad sebagai orang yang telah merusak tatanan dan tradisi luhur bangsanya. Karena keteguhan hati dan keistiqomahannya dalam beriman inilah Allah berkenan menitip salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan sebuah rumah baginya di surga.

Tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata: Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: “Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.” (HR. Al-Bukhari).

Besarnya keimanan Khadijah pada Risalah Nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga beliau selalu menyebut-nyebut kebaikannya walaupun Khadijah telah wafat. Diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah meng-gantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau? Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta di saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.”

2. Fathimah.

Dia adalah belahan jiwa Rasulullah, putri wanita terpandang dan mantap agamanya, istri dari laki-laki ahli Surga yaitu Ali bin Abi Thalib. Dalam Shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: “Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.”

Dia rela hidup dalam kefakiran
untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama.

Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, dan suka bersyukur.

3. Maryam binti Imran.

Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.

4. Asiyah binti Muzahim.

Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Fir’aun laknatullah ‘alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya. Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Fir’aun.

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata: “Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan.”

Semoga kita terus berusaha memperbaiki diri agar menjadi wanita-wanita yang kelak dipertemuka dengan empat wanita hebat penghuni surga ini. Selalu jaga hati-hati kita agar tak terjerumus ke dalam cinta dunia. Wallohu a’lam Bish-showwaab.

RAHASIA KASIH SAYANG ALLAH.

Assalamualaikum wr.wb.

 

Kasih Sayang Allah SWT Itu Bisa Dari Hal Yang Kecil.

 

Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani (1813-1897) adalah Ulama Indonesia yg sangat terkenal. Ia bergelar al-Bantani karena Beliau berasal dari Banten dan telah menulis 115 kitab.

Dalam Kitabnya “Nasha’ihul-‘Ibad”, Syaikh Nawawi Al-Bantani menulis :

Imam Asy-Syibli pernah memberi 2 nasehat:

1) Jika ingin merasa hatimu tenang dan tenteram bersama Allah, janganlah engkau turuti hawa nafsumu.

2) Jika engkau ingin dikasihi Allah maka kasihanilah Makhluk-Nya.

Dalam mimpinya, Asy-Syibli mengalami kematian. Lalu, setelah kematiannya itu dia ditanya tentang keadaannya, dan beliau menjawab,

Allah SWT, bertanya kepadaku:

“Wahai hambaku, apakah kamu tahu apa sebab Aku mengampuni dosa2-mu?”

Aku menjawab,”Sebab amal salehku.”

Allah swt,  “Bukan”

Aku berkata, “Sebab keikhlasan ibadahku”

Allah Swt, “Bukan”

Aku berkata, “Sebab haji, puasa & shalatku.”

Allah SWT menjawab, “Bukan”.

Aku bertanya, “Lantas, sebab apa wahai Tuhanku?”

Allah SWT menjawab, “Ingatkah saat engkau berjalan di sebuah lorong di Baghdad? Bukankah engkau menjumpai seekor anak kucing yg lemas akibat cuaca yg dingin hingga dia meringkuk kedinginan di sudut bangunan? Dengan rasa sayang, kemudian engkau mengambilnya, meletakkannya dalam sebuah keranjang yg engkau bawa, melindunginya dari udara yg dingin?”

Aku menjawab, “Ya. Hamba ingat”.

Allah SWT, “Lantaran kasih sayangmu terhadap anak kucing itulah, Aku memberimu Rahmat”.

Bayangkan, hanya karena menyayangi seekor hewan, Allah Swt memberikan Rahmat-Nya. Dalam hadits yg lain, walaupun seorang pelacur bisa masuk Surga hanya karena memberi minum seekor anjing yg kehausan.

Oleh sebab itu saudara & sahabatku, senantiasa berbuat baiklah kepada sesama walau sekecil apapun, karena kita tidak pernah tahu, dari perbuatan baik mana, Allah SWT memberikan Rahmat-Nya. Sebaliknya, hindarilah maksiat sekecil apapun, karena siapa tahu maksiat yg dianggap sepele itu justru yg mendatangkan Murka-Nya.

 

Barakallah fikum. Aamiin.