Semua artikel oleh Ali Zainal Abidin

Cara Bersyukur Kepada Manusia yg Benar

Dari Nu’man bin Basyir, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

من لم يشكر القَلِيْلَ لم يَشْكُرِالكَثِيْرَ ومن لَم يَشْكُرِالناسَ لمْ يشكُرِ اللهَ
” Barang siapa tidak mensyukuri yg sedikit maka ia tidak mensyukuri yg banyak. Orang yg tidak bersyukur kepada manusia berarti tidak bersyukur kepada Allah.” {HR.Ahmad}

Nabi mengajarkan cara bersyukur dengan lidah kepada manusia, yaitu dgn mengucapkan jazakallahu khoiron. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

مَن صُنِعَ الَيْهِ مَعْرفٌ فقال لِفَاعِلِهِ: جَزَكَ الله خَيْرًا فَقَدْ أبْلَغَ في الثَنَاءِ
” Barang siapa diberi sebuah pemberian kemudian ia berkata kepada pemberinya: جَزَكَ اللهُ خَيْرًا maka ia betul2 telah cukup memujinya.

Semoga bermanfaat…

Tanda Tidak Cinta Dunia

قال الإمام ابو بكر  الصديق للإمام ابي حسن الشادلى فى منامه:

عَلَامَةُ خُرُجِ حُبِّ الدُنْيَا من الْقَلْبِ بَذْلُهَا عِنْدَ الْوَجْدِ، وَوُجُدِ الرَّحَةِ مِنْهَا عِنْدَ الفَقْدِ.

Tanda keluaranya cinta dunia dari hati adalah memberikan dunia itu ketika ada dan merasa tentram bila tidak ada.”

Semoga AllAH jadikan dunia di tangan kita , bukan di hati kita. Amien…

- Habib Ali Al-Habsyi -

 

ABROR dan MUQORROBIN

PerbuatanYg dilakukan oleh kaum Abror ( orang”baik ) jika itu terjadi Pada kaum Muqorrobin ( hamba Yg Levelnya dekat dgn ALLAH )maka itu di anggapSebagai perbuatan dosa, Imam Syafii mempunyai sahabat yg bernama Syaiban Ar’roi beliau adalah hamba yg dekat dgn Allah SWT, suatu saat dia ditanya oleh salah satu murid Imam Syafii yg dimana pertanyaan tersebut untuk mengetes Syaiban..
Lalu ditanya: “ya Syaiban aku ingin bertanya …
bagaimana hukum orang yg ragu dalam sholatnya apakah sudah 4 rakaat atau baru 3 rakaat ,?,
Dijawab oleh Syaiban, “aku jawab dengan madzhab ku apa dengan madzhabmu ?
Lalu si penanya berkata: ” memang masalah ini ada 2 jawaban ??? iya klw begitu sebutkan keduanya dari madzhab ku dan madzhabmu”
Dijawab oleh Syaiban: “kalau dari madzhab mu orang yg ragu atau lupa dalam sholat apa sudah 4 rakaat atau 3 rakaat maka bagi dia menambah 1 rakaat dan diteruskan dengan Sujud sahwi, tapi kalau dlm madzhab ku jika terdapat Seorang hamba lupa dan ragu dalam sholatnya maka wajib bagi dia terkena sangsi yaitu berupa pukulan”, seraya dia berceloteh bagaimana seorang hamba yg menghadap kepada Rajanya tapi dia lupa terhadap Tuhannya.

Lalu ditanya kembali si Syaiban: “berapa zakat yg wajib dikeluarkan bagi si pemilik hewan ternak kambing ?”
Dijawab: “menurut madzhabku apa madzhabmu?”
“memang ada 2 pendapat pada masalah ini?” ( dengan terheran” si penanya ), maka dijawab: ” iya”
” kalau begitu sebutkan ke duanya”, jwb si penanya.
Dijawab oleh Syaiban: “kalau dlm madzhabmu, setiap pemilik kambing yg telah mencapai 40 ekor maka wajib bagi dia mengeluarkan satu kambing”, si penanya membenarkan jawaban tersebut.
” tapi kalau dlm madzhabku المال ومالكه لله harta dan harta kepunyaan tuanku itu semuanya milik الله jadi kalau aku punya 40 kambing maka seluruh kambing yg aku punya akan aku keluarkan karnaالله SWT”.

Kesimpulan setiap amal ibadah yg kita lakukan itu sama, tapi yg membedakan adalah cara dlm beramal tersebut. Level nya beda, Maqomya pun jg beda, maka marilah kita perbaiki cara beribadah kita terhadap الله agar level kita semakin naik dan tergolong من المقربين
Amin yarobbal Alamin .

 “ENGKAU DAN HARTAMU MILIK AYAHMU” 

Dari Jabir r.a, meriwayatkan bahwa ada laki2 yg datang menemui Nabi SAW dan melapor. Dia berkata, “ya Rasulullah sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku,,”

” Pergilah kamu bawa ayahmu kemari,” perintah Nabi.

Bersamaan dengan itu Malaikat Jibril pun turun menyampaikan salam dan pesan Allah kepada Beliau. Jibril berkata ” ya Muhammad, Allah Azza Wajalla mengucapkan salam kepadamu dan berpesan kepadamu, kalau orangtua itu datang, engkau harus tanyakan apa2 yang di katakan di dalam hatinya, yg tidak di dengar oleh telinganya.”

Ketika orang tua itu tiba, maka Nabi pun bertanya ” mengapa anakmu mengadukan mu? Apakah benar kamu mau mengambil uangnya?”,, lelaki tua itupun menjawab. “Tanyakan saja kepadanya ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa Bibi dari Ibunya dan Bibi dari Ayahnya atau untuk keperluan ku sendiri?”

Rasulullah bersabda lagi, “lupakanlah hal itu dan sekarang ceritakanlah kepadaku apa yang engkau katakan di dalam hatimu dan yg tak pernah terdengar oleh telingamu “. Maka wajah pak tua yang gundah itu menjadi ceria dan tampak bahagia, lalu dia berkata “Demi ALLAH, ya Rasulullah dengan ini, aku bertambah kuat keimananku dengan keRasulanmu. Memang saya pernah menangisi nasib kemalanganku dan kedua telingaku tak pernah mendengarnya”. Nabipun mendesak, “Katakanlah aku ingin mendengarnya”. Orang tua itupun berkata sambil menangis, seraya berujar demikian :

“Aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda, semua hasil jerih payahku kau minum dan kau teguk puas, bila kau sakit di malam hari, hatiku gundah gelisah lantaran sakit dan deritamu,,

Aku tak bisa tidur dan resah bagai akulah yang sakit bukan kau yang menderita, lalu air mataku mengalir deras, hatiku takut engkau di sambar maut padahal aku tahu ajal pasti datang.

Setelah kamu dewasa dan mencapai apa yg kamu cita-citakan, kau balas aku dengan kekerasan, kekasaran dan kekejaman, seolah engkaulah yg memberi kenikmatan.

Sayang…..kau tak mampu memenuhi hak ayahmu, kau perlakukan aku seperti tetangga jauhmu,

Kau selalu menyalahkanku dan membentakku seolah2 kebenaran selalu bersamamu,,,

Seakan-akan ketenangan bagi orang-orang yang benar sudah di pasrahkan.

Selanjutnya Jabir berkata ( periwayat hadits ini), pada saat itu Nabi pun langsung memegang ujung baju pada leher anak tersebut, seraya berkata “ENGKAU DAN HARTAMU MILIK AYAHMU”

 

(HR At-Thabarani)

 

W :love: AL-WAFA’

 

KISAH NYATA PEMBENCI MAULID NABI

Suatu hari Syech Abbas Al-Maliki berada di Baitul Muqaddas Palestina untuk menghadiri peringatan Maulud Nabi SAW.  Di mana saat itu sedang bershalawat dengan berjamaah.

Saat itulah beliau melihat seorang pria tua beruban yg berdiri dengan khidmat mulai dari awal sampai acara selesai.

Kemudian beliau bertanya kepadanya akan sikapnya itu.

Lelaki tua itu bercerita bahwa dulu ia gak pernah mau mengakui acara Maulud Nabi dan ia memiliki keyakinan bahwa perbuatan itu adalah Bid’ah Sayyi’ah (bid’ah yg jelek).

Suatu malam ia mimpi duduk di acara Maulud Nabi bersama sekelompok orang yg bersiap-siap menunggu kedatangan Nabi SAW ke mesjid,

maka saat Rasulullah SAW tiba, sekelompok orang itu bangkit dengan berdiri tuk menyambut kehadiran Rasulullah SAW. Namun hanya ia saja seorang diri yg gak mampu bangkit tuk berdiri.

Lalu Rasullullah SAW berkata kepadanya: “Kamu gak akan bisa bangkit!” Saat ia bangun dari tidurnya ternyata ia dalam keadaan duduk dan gak bisa berdiri.

Hal ini ia alami selama 1 tahun. Kemudian ia pun bernadzar jika sembuh dari sakitnya ia akan menghadiri acara Maulud Nabi di mesjid dengan bershalawat.

Kemudian Allah menyembuhkan nya. Ia pun selalu hadir tuk memenuhi nadzarnya dan bershalawat dalam acara Maulud Nabi SAW”.

[Sumber : Kitab Al-Hady At-Tam fi Mawarid al- Maulid an-Nabawi, hal 50-51, karya Syech Muhammad Alwi Al-Maliki.]

W :love: AL-WAFA’

Kisah Sapu tangan Anas bin Malik ra.

Ada sebuah kisah, dari sahabat Rasulullah SAW, yaitu, Anas bin Malik ra. Suatu waktu Anas bin Malik mengusap wajahnya dengan sapu tangan, lalu memberikannya kepada pembantunya agar sapu tangan itu dibersihkan.

Tiba tiba pembantu itu memasukkan sapu tangan tadi ke dalam api hingga terbakar semua kotoran yang menempel. Namun yang mengherankan, tak lama pembantu itu menarik sesuatu dari api tadi.

Ternyata sapu tangan yang tadi dilemparnya tak habis terbakar, bahkan masih tetap sempurna dan menjadi jernih karena kotoran yang menempel padanya terbakar.

Melihat kejadian yang menakjubkan itu seseorang bertanya kepada Anas bin Malik ra,

“Sapu tangan apakah itu?”

Anas ra menjawab, “Sapu tangan itu pernah bercampur dengan keringat Rasulullah SAW saat ia mengusap wajahnya dengannya.

Bukankah api tidak akan pernah menyentuh jasad Rasulullah?”

Subhanallah

Sahabatku, semua, mari kita berusahalah untuk selalu mendekati Rasulullah, Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam dan

jangan kau putuskan ikatan dengannya. Sebab kelak di yaumil akhir, barangsiapa yang berdekatan dengan beliau SAW tidak akan tersentuh oleh api neraka

W :love: AL-WAFA’

Keberkahan Waktu

Alkisah…

Ada seorang ulama berguru kepada seorang ulama yang lain. Selang beberapa lama , saat dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain, gurunya berpesan : “Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an , semakin banyak baca Al Qur’an urusanmu semakin mudah”

Dan muridnya pun melakukan . Dia membaca Al Qur’an 3 juz per hari . Dia menambahkan hingga 10 juz per hari . Dan urusannya pun semakin mudah . ALLAH yang mengurus semua urusannya .

Waktu pun semakin berkah . Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu ?

Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit . “Itulah berkah Al Qur’an”

Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu . Bukan kita yang atur waktu kita , tapi ALLAH . Padahal teorinya orang yang membaca Al Qur’an menghabiskan banyak waktu mengurangi jatah kegiatan lain , tapi ALLAH yang membuat waktunya itu jadi berkah . Hingga menjadi begitu efektif . Hidup pun efektif…

Dan ALLAH akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena Al Qur’an .

Salah satu berkahNYA adalah membuka pintu kebaikan , membuka kesempatan untuk amal shaleh berikutnya .

Dan salah satu balasan bagi amal baik yang kita lakukan adalah kesempatan untuk amal baik berikutnya…

” Jagalah ALLAH.. maka ALLAH akan menjaga kita”

Dan sebaliknya waktu yang selalu sibuk sehingga hanya habis untuk urusan dunia , bisa jadi itu adalah tandanya ada yang salah dalam hidup kita.

Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang di pikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat “HAK ALLAH” dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya :

1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya .

2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya .

3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi .

4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya .

 [HR Muslim]

Note : “keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu yang sedikit/sempit”

 W :love: AL-WAFA’