Arsip Kategori: Hadist Shohih

SUDAH SHOLEH KAH KITA…?

ASSALAMUALAIKUM WR.WB

 

: سأل رجل أحد العلماء
هل أنا من الصالحين ؟
: فأجاب
إن كنت تدعو لوالديك فأنت منهم
لحديث (أو ولد صالح يدعو له)
!! وإن كنت تنسى والديك فلست منهم بقدر نسيانك لهم.

Bertanya seseorang kepada salah satu ulama :
Apakah saya termasuk orang sholeh?
Maka dia menjawab:  Jikalau kamu selalu mendoakan kedua orang tuamu maka kamu termasuk golongan orang sholihin karena ada hadits Rasulullah yg mengatakan ( Anak yg sholeh yg selalu mendoakan orang tuanya)

اكثروا من قول
( رب اغفر لي و لوالديّ )
: فانها تجمع بين عبادتين
.البر و الاستغفار

Perbanyaklah kalian untuk membaca doa ( Robbi ighfrli wa liwalidayya ) Tuhanku ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, karena sesungguhnya di dalam kalimat itu menggabungkan diantara dua ibadah yaitu Istighfar dan Berbakti kepada kedua orang tua..

Wallahu a’laam.

PARA WANITA AHLI SURGA

Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.” (HR. Ahmad)

SIAPA yang ingin menjadi ahli surga? Semua orang tentu menjawab dengan senang hati dengan jawaban “Ya, saya ingin masuk surga.” Termasuk kaum hawa yang disebutkan Rasulullah SAW. paling banyak menjadi penghuni neraka. Tentu saja dengan segala keni’matan yang diberikan Allah Swt di surga kelak, belum lagi dengan nilai plus bisa melihat Allah Swt dan Rasulullah SAWsecara langsung.

Tapi adakah semua itu didapat tanpa usaha dan kerja keras serta keistiqomahan dalam hidup untuk bertaqwa? Tentu harus diusahakan dan dipertahankan hingga akhir hayat, agar kelak keinginan itu bias terwujud. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan meneladani para wanita ahli surge yang disebutkan dalam Hadits Riwayat Ahmad diatas.

Sejarah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita.

1. Khadijah binti Khuwailid.

Dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan ath-thahirah (wanita yang suci).

Dia merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau. Khadijah telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Ia rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya.

Pribadinya yang tenang membuatnya tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan mengikuti kebanyakan pendapat penduduk negerinya yang menganggap Muhammad sebagai orang yang telah merusak tatanan dan tradisi luhur bangsanya. Karena keteguhan hati dan keistiqomahannya dalam beriman inilah Allah berkenan menitip salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan sebuah rumah baginya di surga.

Tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata: Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: “Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.” (HR. Al-Bukhari).

Besarnya keimanan Khadijah pada Risalah Nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga beliau selalu menyebut-nyebut kebaikannya walaupun Khadijah telah wafat. Diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah meng-gantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau? Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta di saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.”

2. Fathimah.

Dia adalah belahan jiwa Rasulullah, putri wanita terpandang dan mantap agamanya, istri dari laki-laki ahli Surga yaitu Ali bin Abi Thalib. Dalam Shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: “Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.”

Dia rela hidup dalam kefakiran
untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama.

Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, dan suka bersyukur.

3. Maryam binti Imran.

Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.

4. Asiyah binti Muzahim.

Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Fir’aun laknatullah ‘alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya. Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Fir’aun.

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata: “Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan.”

Semoga kita terus berusaha memperbaiki diri agar menjadi wanita-wanita yang kelak dipertemuka dengan empat wanita hebat penghuni surga ini. Selalu jaga hati-hati kita agar tak terjerumus ke dalam cinta dunia. Wallohu a’lam Bish-showwaab.

 “ENGKAU DAN HARTAMU MILIK AYAHMU” 

Dari Jabir r.a, meriwayatkan bahwa ada laki2 yg datang menemui Nabi SAW dan melapor. Dia berkata, “ya Rasulullah sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku,,”

” Pergilah kamu bawa ayahmu kemari,” perintah Nabi.

Bersamaan dengan itu Malaikat Jibril pun turun menyampaikan salam dan pesan Allah kepada Beliau. Jibril berkata ” ya Muhammad, Allah Azza Wajalla mengucapkan salam kepadamu dan berpesan kepadamu, kalau orangtua itu datang, engkau harus tanyakan apa2 yang di katakan di dalam hatinya, yg tidak di dengar oleh telinganya.”

Ketika orang tua itu tiba, maka Nabi pun bertanya ” mengapa anakmu mengadukan mu? Apakah benar kamu mau mengambil uangnya?”,, lelaki tua itupun menjawab. “Tanyakan saja kepadanya ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa Bibi dari Ibunya dan Bibi dari Ayahnya atau untuk keperluan ku sendiri?”

Rasulullah bersabda lagi, “lupakanlah hal itu dan sekarang ceritakanlah kepadaku apa yang engkau katakan di dalam hatimu dan yg tak pernah terdengar oleh telingamu “. Maka wajah pak tua yang gundah itu menjadi ceria dan tampak bahagia, lalu dia berkata “Demi ALLAH, ya Rasulullah dengan ini, aku bertambah kuat keimananku dengan keRasulanmu. Memang saya pernah menangisi nasib kemalanganku dan kedua telingaku tak pernah mendengarnya”. Nabipun mendesak, “Katakanlah aku ingin mendengarnya”. Orang tua itupun berkata sambil menangis, seraya berujar demikian :

“Aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda, semua hasil jerih payahku kau minum dan kau teguk puas, bila kau sakit di malam hari, hatiku gundah gelisah lantaran sakit dan deritamu,,

Aku tak bisa tidur dan resah bagai akulah yang sakit bukan kau yang menderita, lalu air mataku mengalir deras, hatiku takut engkau di sambar maut padahal aku tahu ajal pasti datang.

Setelah kamu dewasa dan mencapai apa yg kamu cita-citakan, kau balas aku dengan kekerasan, kekasaran dan kekejaman, seolah engkaulah yg memberi kenikmatan.

Sayang…..kau tak mampu memenuhi hak ayahmu, kau perlakukan aku seperti tetangga jauhmu,

Kau selalu menyalahkanku dan membentakku seolah2 kebenaran selalu bersamamu,,,

Seakan-akan ketenangan bagi orang-orang yang benar sudah di pasrahkan.

Selanjutnya Jabir berkata ( periwayat hadits ini), pada saat itu Nabi pun langsung memegang ujung baju pada leher anak tersebut, seraya berkata “ENGKAU DAN HARTAMU MILIK AYAHMU”

 

(HR At-Thabarani)

 

W :love: AL-WAFA’

 

Laknat Bagi Laki Laki Yang Menyerupai Perempuan Dan Sebaliknya

Rasulullah Saw :

عن ابن عباس ر ضيالله عنه قال لعن النبي صلى الله عليه وسلم المتخنثين من الرجال والمترجلات من النساء وقال أخرجوهم من بيوتكم قال فأخرج النبي صلى الله عليه وسلام فلانا وأخرخو عمر فلانا

( رواه البخاري)

“Dari Ibnu Abbas ra. berkata,  bahwasanya Rasulullah Saw melaknat mutakhannitsin (laki-laki yg menyerupai perempuan) dan mutarajjilat (perempuan yg menyerupai laki2) . Dan Beliau bersabda,       “Keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian.” Kemudian Rasul mengeluarkan fulan dari rumah beliau dan Umar juga mengeluarkan fulan dari rumahnya.” ( HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan;

عن عكرمة عن ابن عباس رضي الله عنهما قال لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم المتثبهين من الر خال بالنساء و المتثبهات من النساء با لر خال.

(رواه البخري)

“Dari Ikrimah dan Ibnu Abbas ra. berkata Rasulullah Saw melaknat laki-laki yg menyerupai perempuan dan perempuan yg menyerupai laki-laki.” (HR.Bukhari)

 

Dari Hadits diatas dapat ditarik pengertian,  bahwa laki2 yg menyerupai wanita dan wanita yg menyerupai laki2, mereka adalah sama2 mendapatkan laknat. Dan dewasa ini banyak sekali  kita melihat dalm berbagai tayangan televisi,  kaum laki2 yg bergaya,  berbicara,  berdandan,  berpakaian serta berkebiasaan seperti perempuan. Serta hal tsb dianggap biasa dan tdk ada apa2. Padahal hal tsb merupakan perbuatan terlaknat. Maka bisa jadi bukan hanya pelakunya saja yg dilaknat,  namun yg menyaksiknnya pun bisa jg ikut terlaknat.

Wallahu A’lam.

Sumber;   Majalah Bulanan Langitan.

W :love: AL-WAFA’

Kisah Sapu tangan Anas bin Malik ra.

Ada sebuah kisah, dari sahabat Rasulullah SAW, yaitu, Anas bin Malik ra. Suatu waktu Anas bin Malik mengusap wajahnya dengan sapu tangan, lalu memberikannya kepada pembantunya agar sapu tangan itu dibersihkan.

Tiba tiba pembantu itu memasukkan sapu tangan tadi ke dalam api hingga terbakar semua kotoran yang menempel. Namun yang mengherankan, tak lama pembantu itu menarik sesuatu dari api tadi.

Ternyata sapu tangan yang tadi dilemparnya tak habis terbakar, bahkan masih tetap sempurna dan menjadi jernih karena kotoran yang menempel padanya terbakar.

Melihat kejadian yang menakjubkan itu seseorang bertanya kepada Anas bin Malik ra,

“Sapu tangan apakah itu?”

Anas ra menjawab, “Sapu tangan itu pernah bercampur dengan keringat Rasulullah SAW saat ia mengusap wajahnya dengannya.

Bukankah api tidak akan pernah menyentuh jasad Rasulullah?”

Subhanallah

Sahabatku, semua, mari kita berusahalah untuk selalu mendekati Rasulullah, Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam dan

jangan kau putuskan ikatan dengannya. Sebab kelak di yaumil akhir, barangsiapa yang berdekatan dengan beliau SAW tidak akan tersentuh oleh api neraka

W :love: AL-WAFA’

Keberkahan Waktu

Alkisah…

Ada seorang ulama berguru kepada seorang ulama yang lain. Selang beberapa lama , saat dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain, gurunya berpesan : “Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an , semakin banyak baca Al Qur’an urusanmu semakin mudah”

Dan muridnya pun melakukan . Dia membaca Al Qur’an 3 juz per hari . Dia menambahkan hingga 10 juz per hari . Dan urusannya pun semakin mudah . ALLAH yang mengurus semua urusannya .

Waktu pun semakin berkah . Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu ?

Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit . “Itulah berkah Al Qur’an”

Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu . Bukan kita yang atur waktu kita , tapi ALLAH . Padahal teorinya orang yang membaca Al Qur’an menghabiskan banyak waktu mengurangi jatah kegiatan lain , tapi ALLAH yang membuat waktunya itu jadi berkah . Hingga menjadi begitu efektif . Hidup pun efektif…

Dan ALLAH akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena Al Qur’an .

Salah satu berkahNYA adalah membuka pintu kebaikan , membuka kesempatan untuk amal shaleh berikutnya .

Dan salah satu balasan bagi amal baik yang kita lakukan adalah kesempatan untuk amal baik berikutnya…

” Jagalah ALLAH.. maka ALLAH akan menjaga kita”

Dan sebaliknya waktu yang selalu sibuk sehingga hanya habis untuk urusan dunia , bisa jadi itu adalah tandanya ada yang salah dalam hidup kita.

Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang di pikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat “HAK ALLAH” dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya :

1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya .

2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya .

3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi .

4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya .

 [HR Muslim]

Note : “keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu yang sedikit/sempit”

 W :love: AL-WAFA’

Tawakal

بسم الله الرحمن الرحيم

قال عليه الصلاة والسلام : لو توكلتم على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدوخماصا وتروح بطانا.

Seandainya kalian Ber-Sungguh – Sungguh bertawakal, tentu الله akan memberi kalian rezeki sebagaimana ia memberi rezeki burung pergi di pagi hari dengan perut kosong kembali di sore hari dengan perut kenyang.

{HR Tirmidzi Ibnu Majah dan Ahmad}

Ayoo kawan semangat!!!

علي بن حسين الحبشي

W :love: AL-WAFA’

5 Pilar islam

بسم الله الرحمن الرحيم

عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : بني اﻻسﻻ م على خمس : شهادة أنﻻ اله اﻻ الله وأن محمدا رسو ل الله، وإقام الصﻻة، وإ يتاء الزكاة، وحخ البيت، و صوم رمضان. رواه ( البخا ري و مسلم ).

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al khottob r.a.huma dia berkata : ” Saya mendengar Rasulullah Sallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Islam dibangun atas lima perkara : berkata bahwa tiada Tuhan selain الله dan Nabi Muhammad utusan الله, mendirikan Shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.

(Riwayat Turmudzi dan Muslim).

W :love: AL-WAFA’

Musibah dan Kenikmatan

 بسم الله الرحمن الرحيم

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :

قال ابن تيميَّة رحمه الله : “مصيبةٌ تقبل بها على الله، خيرٌ لك من نعمة تنسيك ذِكر الله

“MUSIBAH yang membuatmu mendekat kepada Allah lebih baik daripada KENIKMATAN yang membuatmu lupa mengingat-Nya.

W :love:  AL-WAFA’

3 Sifat Pokok Segala Keburukan

بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Al-Ghozali berkata :
Tiga sifat yg merupakan Pokok dari segala kejelekan :
  1. Hasud, iri hati/dengki
  2.  Riya’ ( pamer ), syirik yg terselubung
  3.  ‘Ujub, sombong dan bangga diri
Dan semua itu akan membinasakan mu.
( disadur dari Bidayatul Hidayah )

We :love: AL-WAFA’