Arsip Kategori: Kisah Hikmah

Silaturahmi Akbar Syahrian 1436 H.

Assalamualaikum wr wb.

Di beritahukan kepada seluruh Jama’ah Majlis Ratib,Maulid Da ta’lim Al – Wafa’ Silaturahmi Akbar Syahrian 1436 H.
Insya’ Allah Di selenggarakan pada :
Tanggal : sabtu, 7 maret 2015
Waktu : 19.00 ( Ba’da Isya )
Tempat : Masjid agung Gresik
Jl. Wahidin Sudirohusodo

dan Insya allah akan dilaksanakan setiap Hari Sabtu di awal bulan,sebagai bentuk silaturrahmi setiap bulan antar sesama anggota Jamaah Al Wafa’..

Demikian Yang Dapat Kami sampaikan
wassalamu alaikum wr.wb

DOSA KECIL, RIZKI, DAN MUSIBAH

يَا عُزَنْظُرْ اِلَى مَنْ رَزَقَكَ وَاِذَا اَصَابَكَ بَلِيَّةٌ فَلَا تَشْكُؤْ نِى إِلَى خَلْقِى كَمَا لَا اَشْكُوْكَ إِلَى مَلَا ئِكَتِى إِذَا صَعِدَ تْ إِلَّى مَسَاوِ يْكَيْرُ إاِذَاَذْ نَبْتَ ذَنْبًا صَغِيْرًا فَلَا تَنْظُرْ اِلَى صِغَرِهِ وَا نْظُرْ اِلَى مَنْ اَذْ نَبْتَ لَهُ وَاِذَا اَصَابَكَ خَيْرٌ يَسِيْرٌ فَلَا تَنْظُرْ اِلَى صِغَرِهِ وَا

Diterangkan dalam sebuah pernyataan, bahwa Allah SWT telah berfirman kepada Nabi Uzair a.s, sebagai berikut :

“Wahai Uzair, jika kamu melakukan dosa kecil, maka jangan kamu melihat kecilnya, tapi lihatlah kepada siapa kamu telah berbuat dosa”.

“Jika kamu mendapatkan yang sedikit, maka kamu jangan melihat yang sedikitnya, tapi lihatlah siapakah yang telah memberikan itu kepadamu”.

“Dan jika kamu mendapatkan suatu musibah, maka janganlah kamu mengadukan Ku kepada makhluk Ku, sebagaimana Aku tidak mengadukanmu kepada Malaikat Ku, jika kejelekanmu disampaikan kepada Ku”.

(By : kitab nashoihul ‘ibad)

RINDUNYA PARA PECINTA

 

 

 

ASSALAMUALAIKUM WR.WB

 

KERINDUAN…siapa yg tidak tahu..tidak kenal.,.tidak akrab dengan Kerinduan..? Semua orang pasti sangat faham akan Rindu. Tetapi Kerinduan yg seperti apakah yg paling benar..?.

Kerinduan adalah sebuah safari perantauan hati sanubari seorang hamba kepada yg dicintainya. Maka tidak ada pencapaian kebahagiaan yg paling indah dan agung selain untuk sampai pada yg dirindukan.
Didalam kitab Jami’ul Ushul dikatakan bahwa Kerinduan adalah gerakan menuju Allah SWT dengan Kecintaan yg timbul tentang pembelajaran yg agung akan kenyataan Sifat2 dan Nama2 Allah SWT.
Akan tetapi wahai saudaraku…kerinduan kita akan menjadi kedustaan jika kita tidak memahami Hadist Qudsi berikut “Telah berdusta bagi siapa yg mendakwakan dirinya kalau ia mencintaiKu, apabila malam telah tiba ia pun tidur terlelap dan melalaikan Aku. Bukankah setiap pecinta merindukan untuk menyendiri dengan Kekasihnya..?? Aku dekat kepada para pecintaKu yg dapat mendengarkan rahasia serta seruan mereka dan menyaksikan keinginan serta pengaduan mereka”.
Mari kita tata kembali Kerinduan kita. Dengan begitu kita bisa meneguk Kenikmatan Rindu yg Hakiki.

Wallahu ‘alaam bishowab.

 

I <3 AL WAFA’

BAHAYA RIYA’.

                                        Assalamualaikum wr.wb.

Saudara-saudaraku yg saya muliakan, ada satu hikayat mulia, ketika seseorang yg 10 tahun tak pernah meninggalkan shalat tahajjud dan subuh berjamaah di Masjid, lalu kemudian ia melihat seseorang yg tidur dipinggir jalan, kemudian ia menendangnya dengan kasar, untuk membangunkannya, seraya dalam hati penuh penghinaan, ia membatin.. : “aku 10 tahun tak pernah meninggalkan shalat tahajjud, orang ini malah subuh tak bangun!”. maka orang itupun bangun tergopoh-gopoh untuk wudhu dan shalat.

Ketika ia pulang kerumahnya maka ia tertidur dan bermimpi seluruh amalnya yg 10 tahun tahajjud di Masjid itu ,  Allah pindahkan pada si malas yg tidur dan bangun subuh kesiangan tsb.

Maka disaat terbangun ia kemudian pergi untuk menemui  dan bertanya pada Si Malas tentang perihal mimpinya tsb. Kemudian Si Malas berkata : ” sepuluh tahun aku berdoa kepada Allah di setiap malam menjelang tidur untuk dibangunkan Subuh, dan Allah tak membangunganku, dan sepuluh tahun aku berdoa kepada Allah di setiap malam sebelum aku tidur agar aku dijadikan sepertimu yg tiap malam selalu tahajjud, namun aku selalu bangun kesiangan”….

Nah.. saudaraku, lihat bagaimana Allah memuliakan orang yg berdoa pada-Nya minta dijadikan orang yg selalu bertahajjud dan bangun subuh. Ketika orang itu dihina , maka Allah cemburu dan marah pada yg menghina orang yg berdoa pada-Nya.

Maka berdoa dan mintalah  untuk dijadikan orang yg selalu tahajjud dan sholat subuh berjamaah, Insya Allah anda akan termasuk sekelompok dengan mereka dunia dan akhirat. Aamin.

Wallahu a’lam bishowab. واللّه أعلم بالصّواب

 

I LOVE Al-WAFA’

 

Sumber : Utadz . M. Sofyan Haris.

8 perhiasan

Terdapat 8 Perhiasan dalam 8 Perkara:

1. Menjaga perkara yang haram, adalah perhiasan kepada fakir.
2. Syukur, adalah perhiasan kepada ni’mat
3. Sabar, adalah perhiasan kepada bala’.
4. Tawadu’, adalah perhiasan kepada kemulia’an.
5. Berlemah lembut, adalah perhiasan kepada ilmu.
6. Merendah diri, adalah perhiasan kepada orang yang bercakap.
7. Meninggalkan riyak, adalah perhiasan kepada kebaikan. 8. Khusyu’, adalah perhiasan kepada sholat.

Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiqh Radziallahu’ Ta’ala ‘Anhum.

ABROR dan MUQORROBIN

PerbuatanYg dilakukan oleh kaum Abror ( orang”baik ) jika itu terjadi Pada kaum Muqorrobin ( hamba Yg Levelnya dekat dgn ALLAH )maka itu di anggapSebagai perbuatan dosa, Imam Syafii mempunyai sahabat yg bernama Syaiban Ar’roi beliau adalah hamba yg dekat dgn Allah SWT, suatu saat dia ditanya oleh salah satu murid Imam Syafii yg dimana pertanyaan tersebut untuk mengetes Syaiban..
Lalu ditanya: “ya Syaiban aku ingin bertanya …
bagaimana hukum orang yg ragu dalam sholatnya apakah sudah 4 rakaat atau baru 3 rakaat ,?,
Dijawab oleh Syaiban, “aku jawab dengan madzhab ku apa dengan madzhabmu ?
Lalu si penanya berkata: ” memang masalah ini ada 2 jawaban ??? iya klw begitu sebutkan keduanya dari madzhab ku dan madzhabmu”
Dijawab oleh Syaiban: “kalau dari madzhab mu orang yg ragu atau lupa dalam sholat apa sudah 4 rakaat atau 3 rakaat maka bagi dia menambah 1 rakaat dan diteruskan dengan Sujud sahwi, tapi kalau dlm madzhab ku jika terdapat Seorang hamba lupa dan ragu dalam sholatnya maka wajib bagi dia terkena sangsi yaitu berupa pukulan”, seraya dia berceloteh bagaimana seorang hamba yg menghadap kepada Rajanya tapi dia lupa terhadap Tuhannya.

Lalu ditanya kembali si Syaiban: “berapa zakat yg wajib dikeluarkan bagi si pemilik hewan ternak kambing ?”
Dijawab: “menurut madzhabku apa madzhabmu?”
“memang ada 2 pendapat pada masalah ini?” ( dengan terheran” si penanya ), maka dijawab: ” iya”
” kalau begitu sebutkan ke duanya”, jwb si penanya.
Dijawab oleh Syaiban: “kalau dlm madzhabmu, setiap pemilik kambing yg telah mencapai 40 ekor maka wajib bagi dia mengeluarkan satu kambing”, si penanya membenarkan jawaban tersebut.
” tapi kalau dlm madzhabku المال ومالكه لله harta dan harta kepunyaan tuanku itu semuanya milik الله jadi kalau aku punya 40 kambing maka seluruh kambing yg aku punya akan aku keluarkan karnaالله SWT”.

Kesimpulan setiap amal ibadah yg kita lakukan itu sama, tapi yg membedakan adalah cara dlm beramal tersebut. Level nya beda, Maqomya pun jg beda, maka marilah kita perbaiki cara beribadah kita terhadap الله agar level kita semakin naik dan tergolong من المقربين
Amin yarobbal Alamin .

RAHASIA KASIH SAYANG ALLAH.

Assalamualaikum wr.wb.

 

Kasih Sayang Allah SWT Itu Bisa Dari Hal Yang Kecil.

 

Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani (1813-1897) adalah Ulama Indonesia yg sangat terkenal. Ia bergelar al-Bantani karena Beliau berasal dari Banten dan telah menulis 115 kitab.

Dalam Kitabnya “Nasha’ihul-‘Ibad”, Syaikh Nawawi Al-Bantani menulis :

Imam Asy-Syibli pernah memberi 2 nasehat:

1) Jika ingin merasa hatimu tenang dan tenteram bersama Allah, janganlah engkau turuti hawa nafsumu.

2) Jika engkau ingin dikasihi Allah maka kasihanilah Makhluk-Nya.

Dalam mimpinya, Asy-Syibli mengalami kematian. Lalu, setelah kematiannya itu dia ditanya tentang keadaannya, dan beliau menjawab,

Allah SWT, bertanya kepadaku:

“Wahai hambaku, apakah kamu tahu apa sebab Aku mengampuni dosa2-mu?”

Aku menjawab,”Sebab amal salehku.”

Allah swt,  “Bukan”

Aku berkata, “Sebab keikhlasan ibadahku”

Allah Swt, “Bukan”

Aku berkata, “Sebab haji, puasa & shalatku.”

Allah SWT menjawab, “Bukan”.

Aku bertanya, “Lantas, sebab apa wahai Tuhanku?”

Allah SWT menjawab, “Ingatkah saat engkau berjalan di sebuah lorong di Baghdad? Bukankah engkau menjumpai seekor anak kucing yg lemas akibat cuaca yg dingin hingga dia meringkuk kedinginan di sudut bangunan? Dengan rasa sayang, kemudian engkau mengambilnya, meletakkannya dalam sebuah keranjang yg engkau bawa, melindunginya dari udara yg dingin?”

Aku menjawab, “Ya. Hamba ingat”.

Allah SWT, “Lantaran kasih sayangmu terhadap anak kucing itulah, Aku memberimu Rahmat”.

Bayangkan, hanya karena menyayangi seekor hewan, Allah Swt memberikan Rahmat-Nya. Dalam hadits yg lain, walaupun seorang pelacur bisa masuk Surga hanya karena memberi minum seekor anjing yg kehausan.

Oleh sebab itu saudara & sahabatku, senantiasa berbuat baiklah kepada sesama walau sekecil apapun, karena kita tidak pernah tahu, dari perbuatan baik mana, Allah SWT memberikan Rahmat-Nya. Sebaliknya, hindarilah maksiat sekecil apapun, karena siapa tahu maksiat yg dianggap sepele itu justru yg mendatangkan Murka-Nya.

 

Barakallah fikum. Aamiin.

KISAH NYATA PEMBENCI MAULID NABI

Suatu hari Syech Abbas Al-Maliki berada di Baitul Muqaddas Palestina untuk menghadiri peringatan Maulud Nabi SAW.  Di mana saat itu sedang bershalawat dengan berjamaah.

Saat itulah beliau melihat seorang pria tua beruban yg berdiri dengan khidmat mulai dari awal sampai acara selesai.

Kemudian beliau bertanya kepadanya akan sikapnya itu.

Lelaki tua itu bercerita bahwa dulu ia gak pernah mau mengakui acara Maulud Nabi dan ia memiliki keyakinan bahwa perbuatan itu adalah Bid’ah Sayyi’ah (bid’ah yg jelek).

Suatu malam ia mimpi duduk di acara Maulud Nabi bersama sekelompok orang yg bersiap-siap menunggu kedatangan Nabi SAW ke mesjid,

maka saat Rasulullah SAW tiba, sekelompok orang itu bangkit dengan berdiri tuk menyambut kehadiran Rasulullah SAW. Namun hanya ia saja seorang diri yg gak mampu bangkit tuk berdiri.

Lalu Rasullullah SAW berkata kepadanya: “Kamu gak akan bisa bangkit!” Saat ia bangun dari tidurnya ternyata ia dalam keadaan duduk dan gak bisa berdiri.

Hal ini ia alami selama 1 tahun. Kemudian ia pun bernadzar jika sembuh dari sakitnya ia akan menghadiri acara Maulud Nabi di mesjid dengan bershalawat.

Kemudian Allah menyembuhkan nya. Ia pun selalu hadir tuk memenuhi nadzarnya dan bershalawat dalam acara Maulud Nabi SAW”.

[Sumber : Kitab Al-Hady At-Tam fi Mawarid al- Maulid an-Nabawi, hal 50-51, karya Syech Muhammad Alwi Al-Maliki.]

W :love: AL-WAFA’

Bumi Pun Membeberkan Beritanya

Bumi Pun Membeberkan Beritanya
بسم الله الرحمن الرحيم
عن أبي هريرة رضي الله عنه,أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قرأ الاية الكريمة (يومئذ تحدث أخبارها) ثم
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (أَتَدْرُوْنَ مَأَخْبَارُهَا ؟) قاَ لُوا : اللهُ ورسولهُ أَعْلَم . قال: فَإِنَّ أَخْبَارَهَا أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أو أُمَّةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا أَنْ تَقُوْلَ : عَمِلَ كَذَا وَ كذا ، يَوْمَ كذا وَ كذا فَهذِهِ أَخْبَارُهَا. (رواه الترمذي والنسائي في الكبرى(

dari Abu Hurairah RA , bahwa Rasulullah Saw membaca ayat pada hari itu bumi menceritakan beritanya (يومئذ تحدث أخبارها), ‘lalu berkata, ‘Apakah kamu tahu berita tentang apa-apa yang akan disampaikan oleh bumi ?

Mereka mengatakan, ‘Hanya Allah dan Rasul-Nya yang tahu.

Rasulullah Saw melanjutkan,
‘Berita yang akan disampaikannya itu adalah kesaksiannya tentang amal perbuatan yang telah dilakukan oleh setiap hamba, baik laki-laki maupun perempuan di atas permukaannya, yaitu dengan mengatakan, ‘Dia telah melakukan ini dan ini pada hari ini dan ini. ‘Itulah berita yang akan disampaikan oleh bumi itu” (HR Tirmidzi)

sehubungan dengan tafsir surat Al-Zalzalah Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya dari al Hasan dari Sha`sha`ah bin Mu`awiyah paman al-Farazdaq bahwa dia pernah datang menjumpai Nabi Saw, lalu membacakan kepadanya ayat, dari 7-8 surat az Zalzalah di atas, Rasulullah Saw mengatakan, “Cukuplah ayat ini bagiku. Aku tak peduli, sekalipun aku tidak mendengarkan yang lainnya”.

Diterangkan dalam shahih Bukhari
قال عليه الصلاة والسلام : اِتَّقُوا النار وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوْا فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
“Peliharalah dirimu dari sentuhan api neraka sekalipun hanya dengan separoh kurma, maka jika kalian tidak dapat melakukannya, lakukanlah oleh kalian walau dengan membaca kalimat thayyibah” (HR Bukhari)

Dalam riwayat Muslim, Nabi saw bersabda:
لاَتَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيئًا وَلَوْ أَنْ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِي إِنَاءِ الْمُسْتَسْقِيْ وَلَو أَنْ نَلْقَى أَخَاكَ وَوَجْهُكَ إِلَيْهِ مُنْبَسِطٌ
“Janganlah kalian meremehkan perbuatan baik apapun, sekalipun berupa pencurahan air
dari embermu ke dalam bejana orang yang meminta air darimu, atau engkau menemui saudaramu
dengan wajah yang ceria-berseri” (HR Muslim)

Hikmah
Menginfaqkan atau mensedekahkan 1000 rupiah lebih baik daripada tidak sedekah sama sekali. 1000 rupiah dihadapan manusia adalah remeh. tapi diperhitungan Allah Swt akan menjadi lain nilainya.

Berdzikir, memuji dan bersyukur kapada Allah Swt itu lebih afdlol daripada ngerumpi tak tentu arah pembicaraan. Subhanallah Walhamdulillah Wa Laa Ilaaha Iilla Allah Wa Allahu Akbar Wa La Haula Wa La Quwwata Illa Billahi Al-‘Aliyyil Adzim.

Sumber : من كنوز السنة )بقلم: محمد علي الصبوني)

Bila الله Berkehendak Tak Ada yg Mampu MencegahNYA

بسم الله الرحمن الرحيم

Diceritakan :

Kepada Gurunya yang kaya raya, seorang murid berkata, “Guru apa yang kau inginkan dari dunia ini?

Keluarkanlah hartamu bagikan kepada fakir miskin dan orang – orang yang membutuhkan”.

Ia selalu mengulang-ulang ucapannya ini, sampai akhirnya sang Guru berkata, “Baik bagikanlah semua hartaku”.

sang murid kemudian pergi membagikan semua harta Gurunya : uang, perabot rumah, pakaian, kendaraan,  tiada satupun yang ia sisakan. Ada yg ia beri perabot, ada yang diberi uang, dan lain sebagainya. Setelah semuanya habis, ia kembali menghadap Gurunya. Sesampainya di rumah gurunya ia melihat bahwa Gurunya telah memperoleh uang, perabot rumah, kendaraan dan harta benda lain yang lebih banyak dari sebelumnya.

“Dari mana semua ini?” tanya muridnya keheranan.
“Semua yang kau lihat ini, baru datang kemarin,” jawab Gurunya.
Murid itu kemudian sadar dan berkata bertanya kepada Gurunya, “Barangsiapa dikehendaki الله untuk diberi sesuatu, tak seorangpun mampu mencegahnya.”

(disadur dr Hikmah Yamaniah)

Ket :
اللهم ﻵ مانع لما اعطيت و ﻵ معطي لما منعت وﻵ راد لما قضيت وﻻ ينفع ذا الجد منك الجد

Yaa الله  tak ada Pencegah atas apa yg  telah engkau Berikan, dan tak ada Pemberi kalau engkau sudah mencegah, dan tak ada yg dapat menolak atas apa yg Engkau tentukan, dan tak bermanfaat harta bagi pemilik harta.

W :love: Al-Wafa’